Sementara itu, Direktur Industri dan Kelembagaan BPOLBF, Neysha Amalia, menjelaskan kehadiran BPOLBF mendampingi Karang Taruna Saung Minak Desa Golo Bilas pada budidaya sayur hidroponik merupakan pelaksanaan fungsi Koordinatif BPOLBF sebagai akselerator percepatan pembangunan Pariwisata Labuan Bajo dengan mengutamakan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama untuk menciptakan industri pariwisata yang berkelanjutan dan mandiri.
“Kami di sini hanya membantu untuk mendampingi mereka agar bisa memiliki jembatan antara pertanian dan pariwisata. Karena pariwista itu industri yang ada di hilir yang membutuhkan industri dari hulu seperti pertanian ini untuk mendukung kebutuhan yang ada di pariwisata,” kata Neysha.
Panen perdana ini juga mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina. Shana mengapresiasi usaha serta niat yang ditunjukan oleh Kelompok Karang Taruna Saung Minak dalam membudidayakan sayuran hidroponik dengan hasil yang berkualitas.
“Saya ucapkan selamat dan sukses buat teman teman Karang Taruna Golo Bilas yang luar biasa. Saya lihat perjuangannya sangat berat, mulai dari penyiapan lokasi, belajar hal baru dan hari ini mereka sudah berhasil panen seperti ini, menurut saya ini sangat luar biasa,” ujar Shana di sela-sela kegiatan panen perdana tersebut.
Sebagai upaya agar pariwista Labuan Bajo juga dirasakan oleh masyarakat luas, Shana mengajak semua stakeholder untuk secara bersama – sama mendukung usaha yang dilakukan oleh Karang Taruna dengan memastikan keberlanjutan budidaya sayur hidroponik tersebut. Selain itu, ia juga berharap keterlibatan semua pihak dalam mempromosikan produk-produk pertanian lokal sehingga mampu mengisi kebutuhan sayur bagi setiap hotel dan restoran yang tersebar di Labuan Bajo. Hal ini tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.







