Terkait pemasaran,Viany mengatakan hasil kerajinan anyaman lokal sudah dijual keluar daerah.
“Setelah kami memposting produk yang ada, banyak klien yang berminat dan sudah memesan. Kami juga sudah mengirimkan beberapa produk ke provinsi, seperti di Kupang, Kefa maupun di Belu,” jelas viany.
Viany berharap agar anggota kelompok tetap semangat berkreasi membuat anyaman untukĀ mampu bersaing di luar daerah.
“Semoga kelompok ini bisa berjalan dengan baik dan tetap konsisten dengan tujuan yang sama yaitu bisa menjual hasil produk anyaman ini sampai ke luar daerah,” harap Viany.
Elisabeth Nese, salah satu anggota kelompok mengungkapkan kegembiraannya terkait pembentukan kelompok anyaman tersebut.
“Kami orang tua mau supaya kelompok ini berjalan lancar saja. Kami ibu-ibu sangat senang karena kami bisa mengisi waktu kosong dengan kegiatan mengayam,” tutur Elisabeth. (siu)







