Dengan demikian, kata Made, dalam pelaksanaan fungsi, dikenal adanya pengelompokan 17 sub sektor antara lain arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film, animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, fesyen, aplikasi, penerbitan, periklanan, televisi dan radio, seni pertunjukan, game/permainan dan seni rupa.
“Saat ini kami fokus pada pelaku ekraf subsektor fesyen, kriya dan kuliner di wilayah Jabodetabek yang paling terdampak pandemi. Selain sub sektor unggulan tersebut, sub sektor musik dan seni pertunjukan adalah yang paling terdampak,” tegasnya.
Progres Kemenparekraf saat ini antara lain konser musik online dan pentas pertunjukan secara online juga. Harapannya pegiat musik dan seni pertunjukan tetap mendapat pemasukan.
“Beberapa kegiatan pameran online, rapat online, konser online yang awalnya susah, lambat laun menjadi kebiasaan baru yang diadaptasi oleh masyarakat,” terang Made.
Untuk itu, pada hari ini kementerian merancang kegiatan tersebut untuk memberikan materi-materi baru agar mampu meningkatkan pemahaman para pelaku ekonomi, tentang strategi pemasaran ekonomi kreatif.
“Semoga bermanfaat dan diaplikasikan dalam usaha keseharian,” tutupnya. (obe)







