PTBI 2025 sendiri menjadi forum penting tempat pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah merumuskan langkah memperkuat stabilitas ekonomi.
Pada kesempatan itu, BI memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah melalui penghargaan TPID dan TP2DD, dua indikator utama dalam pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi keuangan.
Gubernur Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menko Perekonomian, Mendagri, Gubernur BI, Menteri Keuangan, serta seluruh jajaran TPID dan TP2DD NTT, termasuk perbankan, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Sinergi banyak pihak membuat upaya pengendalian inflasi dan perluasan digitalisasi keuangan di NTT berjalan semakin kuat,” ujarnya.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan, insentif fiskal Rp 786 miliar yang disiapkan bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan instrumen penggerak agar daerah terus memperkuat kebijakan stabilisasi harga dan layanan digital yang inklusif.
Gubernur Laka Lena memastikan NTT akan memanfaatkan momentum tersebut. “Komitmen kami adalah memperluas ekosistem ekonomi digital yang ramah bagi masyarakat dan dunia usaha. Semoga NTT terus melaju dan memberi manfaat yang lebih besar bagi warganya,” katanya.
Dengan capaian ini, NTT masuk dalam deretan provinsi yang dinilai mampu menyambut transformasi ekonomi digital dengan langkah konkret, sebuah fondasi penting bagi pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan, melalui percepatan digitalisasi dalam berbagai layanan publik. (*/den)







