NTT Mart Jadi Ruang Pasar Produk Lokal

ntt mart belu

“Kalau setiap desa satu produk dan setiap sekolah satu produk, maka kita punya ribuan produk lokal. Ditambah komunitas, Gereja, kelompok hobi, semua bisa produksi. Ini akan jadi kekuatan ekonomi baru,” ujarnya.

Melki menyebut telah berkomunikasi dengan berbagai pemimpin lembaga keagamaan untuk ikut mendorong produksi berbasis komunitas agar cakupan ekonomi semakin luas.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurut Melki, NTT Mart dirancang sebagai pusat distribusi atau “rumah besar” bagi seluruh produk lokal, sementara sekolah, desa, dan komunitas menjadi “rumah-rumah kecil” yang memproduksi.

“Produk dari desa, sekolah, dan komunitas kita kumpulkan, kita kemas dengan baik, lalu kita jual. Ini bukan hanya soal jual beli, tapi membangun ekosistem ekonomi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa Belu sebagai wilayah perbatasan memiliki posisi strategis sebagai simpul perdagangan, termasuk dengan Timor Leste, sehingga perputaran ekonomi lokal harus diperkuat.

“Belu ini daerah niaga. Kalau perputaran ekonomi lokal kuat, dampaknya besar sekali,” katanya.

Untuk memastikan keberlanjutan pasar, kata Melki, pemerintah mendorong keterlibatan aktif aparatur sipil negara (ASN) sebagai konsumen utama produk lokal.

“Kalau ASN sisihkan minimal Rp 100 ribu per bulan untuk belanja di NTT Mart, itu tidak membuat kita miskin, tapi justru menggerakkan ekonomi. Kalau ribuan ASN lakukan, perputaran uang bisa miliaran,” ujar Melki.

Ia juga menginstruksikan agar produk-produk lokal dijadikan pilihan utama, termasuk untuk oleh-oleh bagi pegawai yang melakukan perjalanan dinas.

Pos terkait