NTT Mart Jadi Ruang Pasar Produk Lokal

ntt mart belu

“Kalau keluar daerah, beli oleh-oleh dari sini. Jangan lagi bingung cari di luar. Kita sudah punya,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya optimalisasi potensi sekolah, termasuk pemanfaatan fasilitas produksi seperti dapur praktik di SMK.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ia meminta agar fasilitas tersebut digunakan secara rutin, tidak hanya untuk praktik siswa, tetapi juga mendukung kebutuhan konsumsi dan produksi lokal.

“Seminggu sekali harus ada aktivitas. Guru, kepala sekolah, semua terlibat. Ini bagian dari membangun budaya produksi,” ujarnya.

Selain itu, setiap jurusan di SMK didorong memiliki minimal satu produk unggulan agar variasi produk semakin banyak dan bernilai jual.

Melki juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi ke depan tidak mudah, dipengaruhi dinamika global dan potensi kenaikan harga serta tekanan ekonomi nasional.

Di sisi lain, NTT juga dihadapkan pada ancaman kekeringan akibat el nino yang diperkirakan mulai terasa pada April hingga pertengahan tahun.

“Beberapa wilayah akan mulai mengalami musim kering lebih cepat. Ini harus kita hadapi dengan memperkuat ekonomi lokal, supaya masyarakat tetap bertahan,” katanya.

Dengan integrasi produksi desa, sekolah, dan komunitas serta dukungan pasar melalui NTT Mart, pemerintah optimistis perputaran ekonomi lokal dapat meningkat signifikan.

Targetnya, ketergantungan terhadap produk luar dapat ditekan secara bertahap, sehingga uang yang selama ini keluar dari NTT bisa diputar kembali di dalam daerah.

“Kalau kita konsisten, ekonomi NTT akan berdiri di atas kaki sendiri. Ini bukan kerja cepat, tapi harus dimulai sekarang,” kata Melki. (cep)

Pos terkait