Selain memberikan perlindungan sosial, program ini juga membuka akses keuangan bagi para pekerja melalui Bank NTT. Melalui pembukaan rekening tabungan Bank NTT, peserta dapat menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan sekaligus mendapatkan fasilitas perbankan yang mendukung inklusi keuangan dan pengentasan kemiskinan.
Pemimpin Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT yang telah mempercayakan Bank NTT sebagai mitra strategis dalam program ini.
“Rekening tabungan ini bukan hanya menampung manfaat jaminan sosial, tapi juga menjadi alat edukasi keuangan dan peningkatan literasi perbankan di masyarakat,” kata Lewar.
Sementara Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nagekeo, Petrus Aurelius Asan, menyampaikan bahwa selain 3.473 pekerja penerima bantuan dari Pemerintah Provinsi, pihaknya juga telah menyiapkan perlindungan untuk 9.069 pekerja lainnya.
Pemerintah desa juga turut mengambil bagian dengan menetapkan 800 peserta tambahan, dan berencana menambah 100 lagi sehingga totalnya mencapai 9.700 peserta di tahun 2025.
Dari sisi perlindungan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ende, Galih A. Raharjo, melaporkan bahwa hingga 30 Juni 2025 total klaim yang telah dibayarkan di Kabupaten Nagekeo mencapai Rp 23,1 miliar kepada 1.522 penerima manfaat.
Ia menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk menjamin kesejahteraan tenaga kerja, baik selama masa kerja maupun pasca kerja.
Usai acara launching, dilakukan secara simbolis pembagian Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan buku tabungan Bank NTT kepada perwakilan peserta dari Desa Aeramo, Desa Marapokot, Kelurahan Lape, Kelurahan Danga, dan Kelurahan Mbay Satu. (*/ab/den)







