Pertama di Indonesia, Pembuat Es Bertenaga Surya

kupang es

Ditambah dengan berlimpahnya cahaya matahari di NTT, kata gubernur,  tentunya akan memaksimalkan cara kerja mesin pembuat es tenaga surya ini.

Mesin yang kini hadir di Kabupaten Kupang tepatnya di Sulamu ini tentunya akan memberikan dampak yang besar khususnya dalam mendukung masyarakat nelayan, sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan dan kelautan serta pemberdayaan nelayan lokal. Sebab Sulamu terkenal dengan nelayan dan perikanannya, tentu hasil tangkap ikan memerlukan es.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Selanjutnya Martin Hansen selaku Country Director Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dalam sambutannya menyampaikan bahwa GIZ sudah menyediakan project di Indonesia berhubungan dengan energi terbarukan.  GIZ dekat dengan Indonesia dari berbagai bidang.

Menurutnya, Indonesia adalah salah satu negara penghasil ikan terbesar di dunia. Sayangnya banyak ikan terbuang dari daerah terpencil. Teknologi dengan mengandalkan tenaga surya dan sistem pendinginan yang ramah lingkungan ini diyakininya dapat menjawab kebutuhan nelayan dengan kapasitas produksi es balok hingga 1 ton/hari.

Perwakilan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Direktur Aneka EBT, Andriah Feby Misna di kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kerja sama pemerintah Jerman dan Indonesia khususnya NTT dalam pengembangan teknologi pembuat es bertenaga surya.

“Kunjungan pertama saya kali ini di NTT, khususnya di Kabupaten Kupang, saya melihat banyak potensi alam yang bisa dikembangkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Jangan ada lagi ikan-ikan yang terbuang. Dijaga kualitasnya sehingga dapat juga diekspor,” ujarnya.

Pos terkait