Melki mengatakan, sejak awal datang ke lokasi Gesti Sino di Matani, Penfui Timur, lokasinya masih belum dikelola baik. Perjalanan waktu, Gesti Sino mengelola dengan begitu luar biasa.
“Saya mesti belajar kepada seorang Gesti sebagai seorang petani sukses. Catatan Gesti ini kita buat untuk NTT. Pertanian lahan kering ini tidak bisa dekati dengan cara tradisional,” ujarnya yang didampingi Zeth Malelak dan Mohamad Ansor, Libby Sinlaeloe dan Reni Marlina Un serta tim pemenangan Melki-Johni lainnya.
Melki menegaskan, kekuatan APBN dan Diaspora asal NTT baik dalam negeri dan luar negeri harus dikombinasikan agar bisa mengintervensi hal ini termasuk pemerintah provinsi di dalamnya yang menjadi penggerak utama.
Dia mengatakan, perencanaan harus dimulai dari rencana tanam hingga skema pemasaran. “Bung Gesti adalah salah satu orang yang membantu kita Melki-Johni untuk menggerakkan agar anak-anak masuk ke kebun, juga mau beternak agar masa depan NTT lebih baik,” ujarnya. (*/tim)







