Ramuan Herbal Beri Keuntungan Berlipat untuk Antonius  Siki

ttu herbal

KEFAMENANU kabarntt.id – Antonius Siki , seorang warga Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meraup omzet jutaan rupiah perbulan dari produksi obat herbal tradisional. Keahlian merajin ramuan tradisional itu didapat Anton dari orang tuanya.

Tinggal di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) tidak mengurangi niat Antonius Siki untuk menekuni usaha produksi obat herbal tersebut.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Antonius saat dijumpai awak media di kediamannya, Sabtu (18/2/2023),  menuturkan, produksi obat herbal itu terinspirasi dari orang tuanya.

Antonius menuturkan, niat memproduksi obat herbal tradisional itu karena mengetahui ramuan-ramuan dari orang tuanya.

Antonius mengatakan, cara pengobatan orang tua saat itu hanya dilakukan secara manual menggunakan ramuan-ramuan secara alami. Karena itu saat ini Antonius mengubahnya dengan membuat ramuan-ramuan itu menjadi obat herbal.

“Pembuatan minuman herbal ini sudah dari turunan, dari nenek moyang saya sejak dulu. Waktu masih nenek saya itu, pengobatannya masih manual. Artinya kita ambil ramuannya langsung mengobati yang sakit,” kisah Antonius.

Mewarisi talenta itu, Antonius mulai belajar mengetahui ramuan-ramuan yang digunakan untuk mengobati orang sakit.

Kini Antonius  mengolah ramuan-ramuan yang digunakan untuk mengobati orang sakit menjadi minuman herbal.

“Saat itu kami juga disuruh bapak atau nenek untuk ambil ramuan mengobati orang yang sakit. Jadi saya akhirnya tahu ramuan-ramuan itu, sehingga sekarang saya membuatnya lebih tradisional. Saya padukan semua ramuan dan saya racik jadi minuman herbal untuk menantang, mengobati, mencegah, sebagai minuman pengganti kopi atau teh tiap hari. Jadi minuman herbal mencegah berbagai jenis penyakit,” jelas Antonius.

Lebih lanjut Antonius mengatakan, saat ini dia sudah membuat banyak jenis obat herbal.

“Bisa kunyit, bisa dari jahe, bisa temulawak, bisa temulawak putih, bisa mengkudu, dan obat-obatan lainnya,” katanya.

Untuk ramuan-ramuan itu, kata Antonius, dirinya memanfaatkan pekarangan rumah dan dijadikan apotek hidup.

“Bahan-bahan itu saya upayakan tanam sendiri.  Pekarangan rumah saya tanam apotek hidup,” ungkapnya.

Saat ini Antonius  juga sudah mulai menjual produk-produk herbal hasil racikannya.

Bahkan Antonius sudah mulai pemasaran online dan offline dan pemesanan hingga ke ibu kota negara Indonesia.

“Untuk penjualan di Desa Napan sudah mulai. Di kabupaten sering ikut pameran, jadi saya promosikan. Di provinsi pun begitu, juga di kabupaten lain. Untuk saat ini, obat herbal saya siapkan tepung aslinya juga saya sudah kirim sampai di Kalibata, Jakarta Selatan. Di sana ada apotek yang menyiapkan minuman herbal khususnya dari Timor,” tuturnya.

Antonius mengatakan, harga penjualan obat herbal tradisional tersebut bervariasi. Dari Rp 25.000 hingga Rp 100.000. Dengan harga seperti omset penjualannya lumayan. Mencapai jutaan rupiah. (siu)

Pos terkait