Sementara Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Asterius David Daki, S.Pd, dalam laporannya kepada Gubernur VBL menyampaikan bahwa pada tahun 2021 Kopdit Swasti Sari akan masuk ke sektor rill termasuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).
“Kopdit Swasti Sari di tahun ini akan mulai masuk ke sektor rill, lebih tepatnya akan bergerak pada sektor peternakan, kelautan dan pertanian khususnya program TJPS yang anggarannya kami siapkan Rp 200 miliar yang dapat diakses masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Aster.
Aster juga menjelaskan, Kopdit Swasti Sari mendukung penuh program digitalisasi koperasi.
“Kami juga mendukung program Pemerintah Provinsi NTT yaitu program digitalisasi koperasi. Kami yakin dengan digitalisasi koperasi dapat menghentikan aktivitas koperasi yang tidak berbadan hukum yang sangat menyusahkan dan memberatkan masyarakat NTT,” pungkas Aster.
Pertemuan ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian Gedung Kantor Cabang KSP Kopdit Swasti Sari Kefamenanu.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Transmigrasi Provinsi NTT, Silvy Peku Djawang, Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari, Asterius David Daki, S.Pd, Ketua Pengawas KSP Kopdit Swastisari, Simon Anunu S.Ag, M.Pd, Sekretaris Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari, Fransiskus X. Ivan Rahas, S. Pd, M.Hum, dan General Manager KSP Kopdit Swastisari, Yohanes Sason Helan,A.Md. (humas setda ntt/den)







