Dikatakan Trinimus, saat ini Pemda TTU mengakui bahwa tantangan terkait harga pangan dan inflasi adalah masalah yang kompleks dan memerlukan kolaborasi semua pihak baik dari sektor publik, swasta maupun masyarakat.
Trinimus melanjutkan bahwa, melalui gerakan pangan murah Pemda TTU, bertekad untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau bagi seluruh masyarakat kabupaten TTU. Pemda TTU juga telah mengimplementasikan program penyaluran pangan beras CPP sebagai upaya konkrit untuk menjaga stabilitas harga beras dan memastikan akses pangan yang layak bagi semua lapisan masyarakat.
Dikatakan Trinimus, Pemda TTU menyadari bahwa pengendalian inflasi memerlukan koordinasi yang erat antara pemerintah daerah, lembaga keungan dan otoritas pengawas. Karena itu, Pemda TTU akan terus bekerja keras untuk menciptakan iklim ekonomi yang stabil dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia mengatakan momen gerakan pangan murah merupakan titik tolak untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama dalam upaya mencapai kesejahteraan bersama.
“Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat kita dapat mengatasi tantangan ini dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi kabupaten TTU,” ujar Trinimus.
Trinimus berujar semoga gerakan pangan murah menjadi langkah awal yang membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat TTU.
Sementara, Frids, salah warga saat dikonfirmasi usai membeli beras mengatakan dirinya mengantri kurang lebih setengah jam untuk mendapatkan beras murah tersebut.







