LARANTUKA kabarntt.id– Keterhambatan pemasangan lampu penerangan selama tujuh tahun di Kampung Lewomuda, Tabali, Kelurahan Sarotari, Flores Timur (Flotim) akhirnya terealisasi juga, Rabu (8/2/2023).
Penjabat Bupati Flotim, Doris Rihi, Bersama Manejer Pelanggan PLN Unit Larantuka serta sejumlah pimpinan OPD turun ke lokasi perumahan untuk menyalakan lampu secara simbolis di hadapan warga masyarakat Kampung Lewomuda, Tabali, tepatnya di RT 09/RW 04 Kelurahan Sarotari.
Lurah Sarotari, Donatus Seran Goran, mengungkapkan kegembiraannya bersama warga setempat atas kehadiran Penjabat Bupati dan manejer PLN.
“Kami merasa gembira pada pagi hari ini atas kehadiran Bapak Penjabat, pihak PLN dan seluruh perangkat daerah. Bahwa hari ini penyalaan listrik PLN ini perdana, khususnya di Kampung Lewomuda yang sudah sekian tahun merindukan penerangan listrik di kampung ini. Saya mau melaporkan sedikit kepada Bapak Penjabat lokasi perumahan ini ada 42 rumah tinggal. Namun yang sudah menempati lokasi ini ada 28 Kepala Keluarga. Masyarakat sudah menempatinya dari tahun 2016. Yang menjadi kesulitan adalah penerangan yang sudah terjawab dan air bersih yang belum,” jelas Goran.
Meski begitu, kata Goran, Bersama warga mereka tetap bersyukur karena hari ini telah terjadi peristiwa bersejarah untuk Kelurahan Sarotari.
“Untuk air bersih saya sudah berkomunikasi dengan pihak PDAM. Memang ada jalur pipa air di sini namun debit air tidak memungkinkan, hingga saya mencoba berkomunikasi dengan Proyek Pengembang Air Tanah Provinsi (P2AT). Pada Bulan September 2020 sudah terjawab. Ada pengeboran sumur yang berlokasi di atas, airnya sudah ada, namun pembangunan bak dan penyaluran ke rumah-rumah belum dikerjakan karena keterbatasan dana,” tutur Goran.
Goran mengatakan, dari hasil pembicaraan dengan P2AT Provinsi bahwa postingan anggaran untuk itu di tahun 2022 tidak ada untuk Flores dan Lembata.
Di tempat yang sama Manajer PLN Unit Pelanggan Larantuka, Arif Budiman, meminta maaf atas keterlambatan realisasi listrik di Kawasan ini.
“Karena kita diterpa badai beberapa tahun lalu yang menyebabkan jaringan dan rumah-rumah rusak, sehingga baru terelealisasi tahun ini. Harapan saya dengan adanya listrik ini perekonomian bisa berkembang dengan baik,” tandas Arif.
Harapan Lurah Sarotari ini ditanggapi Penjabat Bupati, Doris Rihi. “Kebutuhan listrik banyak untuk Flores Timur. Yang saya perjuangkan bukan hanya ini saja. Pemerintah sebelumnya juga perjuangkan, dan saya perjuangkan untuk yang di Sagu dan Lewokemie. Meko itu ada buka jaringan baru. Ada informasi dari PLN pusat sudah dianggarkan. Mudah-mudahan bulan Maret saya pergi kasih menyala dulu. Lalu yang berikut sehubungan dengan suka cita kita menerima lampu. Kita patut berterima kasih ke pihak PLN, ini juga merupakan wujud hadirnya negara melalui pemerintah di sini, dan semua ini butuh proses dan perencanaan yang matang,” jelas Doris.
Ia pun menyampaikan soal air dan kebutuhan lainya di desa ini menjadi tanggung jawab lurah dan warganya. Apabila tidak memungkinkan lagi baru ke bupati. (abh)







