Di kabupaten, fokus BISA persentasi stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat 31,3% di Kabupaten Timor Tengah Utara dan 33,9% di Kabupaten Kupang.
Kehadiran BISA di dua kabupaten fokus sehingga diharapkan berkontribusi terhadap penurunan stunting pada anak di bawah dua tahun.
“Target intervensi BISA di tahun 2021 melakukan intervensi di 11 puskesmas, 20 desa, 20 SMA dan 38 SMP di TTU. Sementara di Kabupaten Kupang di 11 Puskesmas, 49 SMA dan 44 SMP yang tersebar di 5 kecamatan,” ungkap Setiawan.
Setiawan menambahkan, “Terkait kegiatan penguatan praktik cuci tangan pakai sabun pada remaja dan peningkatan praktik konsumsi tablet tambah darah dan kesadaran gizi pada remaja akan dilakukan melalui penguatan intra dan ekstra kurikulum.”
Untuk itu, kata Setiawan, diperlukan kesepakatan bersama para pengambil kebijakan di tingkat Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan serta para kepala sekolah untuk mendukung perubahan perilaku remaja melalui sekolah.
“Setelah kesepakatan para pengambil kebijakan tersebut, nantinya akan dilanjutkan rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat sekolah,” imbuh Setiawan.
Setiawan menyebut beberapa tujuan workshop, yakni pertama memberikan gambaran kegiatan dan target yang akan didukung oleh BISA yang dilaksanakan oleh Save the Children terkait cuci tangan pakai sabun dan gizi remaja untuk remaja di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kedua, mendapatkan gambaran kebijakan integrasi kesehatan dan gizi ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler di SMP.







