Bupati Praing mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Pordasi akan menggelar lomba pacuan kuda secara terjadwal dan rutin.
Hal tersebut bertujuan untuk mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara serta melestarikan populasi kuda Sandel sebagai ras asli kuda Sumba.
Bupati Praing meminta pengelolaan lapangan dilakukan secara profesional untuk meningkatkan PAD, juga untuk menggerakkan geliat ekonomi masyarakat melalui UMKM dan ekonomi kreatif.
Bupati Praing mengatakan, renovasi lapangan menggunakan dana dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun anggaran 2021.
Pemerintah daerah tetap berharap ada intervensi pemerintah pusat untuk pemenuhan kelengkapan dan sarana pendukung lainnya seperti paddock kuda, parkir, mini market dan sarana olahraga lain seperti bola kaki basket dan voli.
Pada kesempatan itu, Bupati Praing juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Kampung Raja Prailiu bersama kabihu kabihu terkait yang berbesar hati mendaulat pemerintah daerah untuk menggunakan lapangan tersebut.
Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga yang telah memberikan bantuan dan dukungan serta pihak ketiga yang terlibat dalam proses renovasi.
Sementara itu Ketua Panitia, Umbu Ngadu Ndamu, dalam laporannya menyebut bahwa tujuan renovasi lapangan tersebut adalah untuk terus melestarikan budaya pacuan kuda atau budaya palapang jara di Kabupaten Sumba Timur.
Budaya tersebut sekaligus sebagai wujud peradaban masyarakat juga menjadi potensi pariwisata yang berdampak ekonomi. (ama)







