Covid-19 Meningkat, Sumba Timur Perketat Prokes

krist praing5

WAINGAPU kabarntt.id—  Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait penanganan kasus Covid-19 yang meningkat, Pemerintah Sumba Timur sudah  memberlakukan PPKM level II sejak 2 Februari lalu, dan secara masif melakukan vaksinasi dengan melibatkan semua unsur, baik TNI maupun Polri dan juga instansi-instansi lainnya.

Bupati Sumba Timur, Kristofel Praing, lewat panggilan telepon, Selasa (8/2/2022), mengatakan, bukan hanya Sumba Timur yang kasusnya meningkat.  Peningkatan kasus Covid-19 juga terjadi di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Mengantisipasi meluasnya kasus baru, Pemerintah Sumba Timur sejak 2 Februari lalu telah memberlakukan penerapan PPKM Level II selain memperketat protokol kesehatan (Prokes).

“Kita tahu bahwa semua wilayah mengalami peningkatan kasus Covid-19. Bahkan Indonesia dengan kasus varian baru omicron yang menyebar secara masif. Namun Sumba Timur juga tidak kendor dengan prokes serta kegiatan vaksinasi dalam menekan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat,” kata Bupati Praing.

Bupati Praing menambahkan, untuk vaksinasi Pemerintah Kabupaten Sumtim  menggandeng banyak pihak.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan semua pihak seperti TNI/Polri untuk melakukan kegiatan vaksinasi secara masif, sehingga memang kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan tetap menjadi hal yang sangat penting dalam menekan bertambahnya kasus di Sumba Timur,” tegas Praing.

Bupati Praing mengaku dilematis menerapkan PPKM mengingat geliat ekonomi masyarakat yang semakin bertumbuh.

“Kita juga dilematis ya, secara intens kita dalam pemuluhan ekonomi. Di sisi lain kita harus menerapkan PPKM yang cukup membatasi pergerakan ekonomi, sehingga kami memang sedapat mungkin untuk tetap melonggarkan aktivitas perekonomian dengan prokes yang ketat. Tidak mungkin kan orang sementara makan kita langsung suruh tutup, jadi kita menunggu mereka selesai makan baru kita suruh mereka tutup,” imbuh Praing.

Bupati Praing juga menghimbau agar masyarakat sedapat mungkin hanya membeli dan membungkus makanan dan tidak makan di tempat, namun jika memang harus makan di tempat sebisa mungkin untuk menjaga jarak dan taat pada prokes.

Untuk diketahui Kecamatan Kota Waingapu merupakan wilayah paling tinggi kasus Covid yakni mencapai 46 kasus, disusul Kecamatan Kambera 10 kasus, Nggoa 4 kasus dan Kanatang 4 kasus. (np)

Pos terkait