WAINGAPU kabarntt.id—Kabupaten Sumba Timur merupakan 7 daerah di NTT yang dilanda banjir Rob. Pemerintah diminta sigap mengantisipasi dampak banjir rob dengan memperkuat informasi kepada masyarakat yang rawan bencana.
Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, di Kantor DPRD Sumba Timur, Kamis (5/1/2023), menjelaskan banjir rob merupakan peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan karena pasang atau curah hujan yang tinggi.
Kondisi ini menyebabkan daerah di sekitarnya tergenang air laut. Karena itu masyarakat yang bermukim di pesisir pantai perlu mewaspadai ancaman banjir rob. Pemerintah Sumba Timur juga harus sigap dalam mengantisipasi dampak banjir rob.

“Kita minta pemerintah untuk antisipasi banjir rob. Harus mulai lakukan persiapan-persiapan antisipasi. Jangan kita menunggu, pasti pemerintah sudah petakan mana wilayah yang rawan bencana. Jadi anggarannya sudah harus disiapkan dengan baik untuk antisipasi, jangan sampai kita sudah ada bencana baru kita turun. Itu sudah terlambat. Kerja-kerja tepat dan cepat masyarakat sangat butuhkan itu. Kita berharap anggaran-anggaran yang disiapkan untuk bencana bisa digunakan untuk antisipasi,” jelas Ali..
Menurut kader Golkar itu, hujan yang berlangsung beberapa jam di beberapa wilayah seperti Karera mengakibatkan sungai meluap dan rumah tergenang.
“Kami Dewan sudah mulai minta pemerintah untuk melihat dan kaji daerah-daerah yang punya potensi terkait dengan bencana. Seperti yang terjadi sekarang ini di bagian selatan, tepatnya di wilayah Pinupahar, Karera yang dianggap wilayah yang cukup parah. Kalau ada upaya-upaya pencegahan itu harus dilakukan di awal tahun, jangan tunggu ada bencana baru lagi baru kita kaget untuk lakukan antisipasi,” imbuhnya.
Ali meminta agar proyek-proyek untuk mengantisipasi bencana seperti normalisasi harus dilakukan di awal tahun, jangan sampai musim hujan dulu baru dibangun proyek antisipasi karena tidak berguna.
“Sebagai wakil rakyat kami benar-benar mendorong pemerintah untuk memanfaatkan dana untuk bencana itu digunakan di awal tahun. Seharusnya pemerintah sudah punya data sendiri di mana wilayah-wilayah yang rawan bencana. Sumba Timur masuk kategori 7 kabupaten berpotensi terjadinya banjir rob. Untuk itu pemerintah sudah harus siap dan antisipasi bencana ini agar tidak terlalu terdampak kepada masyarakat,” tegasnya. (np)







