Bupati Simon berharap semua pekerjaan selalu dikerjakan dengan disiplin, tulus, ikhlas, cerdas dan tuntas.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka melalui Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian, Ludovikus Asa, menjelaskan bantuan kepada Poktan itu diberikan dengan syarat penentuan lokasi yakni sumber mata air alami yang belum tersentuh bantuan untuk dibangun jaringan irigasi.
Tujuan dari pembangunan jaringan irigasi itu, kata Ludovikus, yakni untuk menambah Indeks Pertanaman yang mulanya 1 kali tanam menjadi dua kali dan seterusnya. Selain itu, juga untuk memperluas areal persawahan.
“Penentuan besaran anggaran pun berdasarkan peta polihon, artinya disurvei secara matang untuk menentukan ketinggian. Bantuan ini pun melalui swakelola yang dikelola Poktan sendiri,” ujarnya.
Adapun Poktan yang menerima bantuan antara lain Setia Tani (Desa Kamanasa/Malaka Tengah) sebesar Rp 528.705.000, Hamparan Sukabihun (Desa Raimataus/Malaka Barat) sebesar Rp 341.000.000, Kafae (Desa Angkaes/Weliman) sebesar Rp 352.470.000 dan Sinar Bau Bein (Deaa Lakekun Barat/Kobalima). Total yang diterima sebesar Rp. 1.705.500.000.
Menyusul dana sebesar Rp 501 juta akan segera dicairkan dalam waktu dekat dan diberikan kepada 5 Poktan lainnya yakni Maju Mandiri (Desa Manulea/Sasitamean) sebesar Rp 120 juta, Maju Bersama (Desa Bereliku/Malaka Tengah) sebesar Rp 141 juta, Haburas (Desa Wehali/Malaka Tengah) sebesar Rp 75 juta, Hamparan Nualaran Satu (Desa Harekakae/Malaka Tengah) sebesar Rp 75 juta, Raimea D3 (Desa Fatoin/Io Kufeu) sebesar Rp. 75 juta dan SID Irigasi Perpompaan sebesar Rp 15 Juta.







