Terkait sistem kesehatan, menurut Melki, hal tersebut akan diperkuat melalui posyandu tangguh untuk memberantas stunting. Mereka juga memastikan pemerataan sarana dan prasarana, memperluas akses perlindungan sosial melalui BPJS Kesehatan dan untuk 100 ribu pekerja rentan orang melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Melki-Johni berkomitmen mengurus dan memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selalu bekerja tanpa pamrih, terutama di daerah perbatasan. Juga memastikan semua kelompok mendapat kesempatan hidup layak, tidak ada lagi milenial dan gen Z yang sulit mencari pekerjaan.
Ke depannya, lanjut Melki, tidak ada lagi cerita dimana nelayan gagal melaut karena tidak ada BBM, petani tanpa pupuk, peternak tanpa pakan berkualitas, atau mama kesulitan modal untuk berusaha. Tidak ada masyarakat tertindas karena ketidakadilan hukum, difabel tidak boleh terpinggirkan, masyarakat adat harus menjadi pemilik investasi di mana-mana dan tidak ada nyawa yang hilang saat mencari nafkah di luar negeri.
“Tidak ada lagi hal seperti itu karena Melki-Johni akan pastikan semua berkesempatan untuk maju bersama melalui pilar-pilar Ayo Bangun NTT. Tuhan menitipkan NTT bukan untuk dimanfaatkan tetapi juga untuk dijaga agar dinikmati generasi mendatang,” ungkap Melki Laka Lena.
“Kami punya program Beli NTT yang hadir sebagai inisatif dari, oleh dan untuk masyarakat NTT, juga masyarakat di luar NTT. Dengan program ini, kami memaksimalkan potensi sektor unggulan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan,” terangnya.







