Sementara Jemari Yoseph Dogon menyampaikan situasi anggaran setelah perubahan anggaran tahun 2022 dan juga program-program apa saja yang diprioritaskan serta gejolak PTT dan P3K yang menjadi masalah serius yang terjadi di Kota Kupang.
“Memang pasti ada masalah yang terjadi di Kota ini. Kemarin masalah P3K cukup menyita perhatian dan di perubahan anggaran kami prioritaskan agar P3K dapat dibayarkan gaji mereka. Sedangkan dana PTT memang tetap dengan aturan ya, tidak bisa kita menabrak aturan yang lebih tinggi, sehingga dana PTT tetap Rp 600 ribuh per bulan dan itu final,” jelas politisi Golkar tersebut.
Dogon juga menjelaskan perhelatan demokrasi tahun 2024 nanti. Pileg dan Pilpres bakal terjadi tanggal 14 Februari 2024.
“Sudah final pileg dan pilpres, itu sudah diputuskan tanggal 14 Februari 2024. Dan nanti ada 4 kotak suara yang kita harus coblos. Ada kotak suara pilih presiden, kotak suara pilih legislatif DPR RI, DPD, DPRD NTT, DPRD Kota Kupang,” terangnya.
Menurut Dogon, ada 5-6 titik ruas jalan yang belum dihotmix. “Ini menjadi pertarungan saya di sidang dan saya tetap minta dukungan dari masyarakat Maulafa agar ini bisa realisasi secepat mungkin,” tandasnya.
“Jalan dan lorong kita sudah mulai terang, dan mungkin beberapa titik ruas jalan perlu kita perjuangkan lagi untuk dihotmix. Saya tetap memperjuangkan agar jalan kita dihotmix dan jalan kita terang,” ungkapnya. (np)







