Rumah Ludes Terbakar, Korban Berharap Ada Bantuan dari Pemda TTU

IMG 20230817 WA0011

KEFAMENANU kabarntt.id – Rumah milik Yosep Haekase (59), di Dusun C Niasu, RT/RW: 10/05 , Desa Akomi, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 27 Juli 2023 lalu ludes terbakar.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian naas tersebut, namun Yosep Haekase bersama istrinya, Dominggas Feka (48) kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Rumah tempat tinggal sepasang suami-istri dan 8 orang anak ini kini tinggal puing bangunan.

Sementara waktu, keluarga dari Yosep Haekase numpang tinggal di sanak keluarga. dan hingga saat ini pun tidak ada uluran tangan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Kepada wartawan, Jumat (18/8/2023), Dominggas mengisahkan kronologi yang menimpa keluarganya pada hari Kamis, 27 Juli 2023 lalu.

Diceritakan, pada hari Kamis, 27 Juli 2023, sekitar pukul 11:00 WITA, ketika dirinya bersama suami Yosep Haekase sedang berada di kebun.

Ia melanjutkan, Pagi itu, mereka masih menggunakan api untuk merebus air panas dan setelah itu, memastikan api tersebut sudah padam sebelum pergi ke kebun.

“Pagi sekali, kita masak air panas. Masak air panas habis, kita matikan api. Kita keluar ke kebun dan hanya anak kecil yang sedang nonton televisi,” jelasnya.

Namun, saat mereka berada di kebun, mereka menerima telepon dari tetangga yang memberitahu bahwa rumah mereka sedang terbakar.

“Sampai di kebun, telepon dari tetangga bilang rumah terbakar dan akhirnya kita pulang,” ujarnya.

Sementara mereka dalam perjalanan pulang ke rumah, ada upaya memadamkan api dari orang-orang (Tetangga-red) yang berada di sekitar kejadian, tetapi sulitnya akses pengambilan air membuat mereka tidak berhasil menghentikan kobaran api tersebut.

Setelah dirinya bersama suami kembali dari Kebun, Dilihatnya bahwa rumah mereka telah hangus terbakar.

Dari kejadian naas tersebut, keluarga Dominggas mengalami kerugian yang sangat besar karena mereka telah kehilangan rumah, barang berharga, dan dokumen penting.

Selain itu, Ia menuturkan, hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten TTU.

“Hingga saat ini belum ada bantuan atau perhatian sama sekali dari pemerintah. Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Pantauan media ini, rumah tersebut kini hanya menyisakan puing-puing dan garis polisi yang melingkari area tersebut. (Siu)

Pos terkait