TMMD di Ende, Ini Kata Ketua Tim Pengawas dari Mabes TNI

ende tmmd di ende

Diakuinya, meski belum bisa tembus hingga ke Desa Reka, namun secara kubikasi sudah melampaui rencana. Untuk itu ke depannya dirinya berharap kepada pemerintah untuk bisa melanjutkan pembukaan jalan tersebut hingga Desa Reka.

Kolonel Seniman Zega dari Korem Wirasakti Kupang juga mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh jajaran TNI di Ende. Zega melihat ada sinergitas antara TNI dengan pemerintah karena dengan membuka jalur jalan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Disebutkannya, desa-desa yang terisolir menjadi perhatian serius karena itu tidak bisa tidak lanjut. “Melalui TMMD ini  tentara berupaya untuk sebisa mungkin membantu,” kata Zega.

Sementara Dandim 1602/Ende, Letkol Inf Mochamad Fuad Suparlin, mengatakan,dengan waktu 60 hari yang diberikan pihaknya belum bisa menuntaskan pekerjaan karena medannya sangat menantang.

“Seharusnya pra TMMD hanya diberikan waktu satu minggu namun saya minta izin Korem 30 hari dan diizinkan. Ini karena sulitnya medan,” ujar Fuad Suparlin.

Ditanya soal pemilihan lokasi meski berat, Fuad  Suparlin mengatakan TNI ingin agar masyarakat merdeka, merdeka dari jalan, listrik ataupun signal. Karena itu pemilihan membuka akses jalan dari Reka menuju Wolokota adalah tepat.

“Mereka belum merdeka selama 74 tahun ini. Karena itu pembukaan jalan adalah bagian dari upaya memerdekakan mereka,” kata Dandim saat diwawancarai secara terpisah.

Meski baru 2,3 kilometer namun target kubikasi tercapai. Dirinya berharap ke depannya bisa dilanjutkan kembali. (ase)

Pos terkait