Ustad Das’ad Latif Berdakwah di Waingapu, Hadir Ribuan Orang

sumtim halal bihalal

Ia mengatakan, semua bersaudara. Karena itu, tidak boleh terpecah pecah. Seperti analogi tubuh, dimana tidak ada bagian yang bisa berdiri sendiri.

“Kalian boleh berbeda, tapi jangan mau pecah belah. Cintai negara ini tapi jangan terima uang sogok kalau pemilu atau pilkada,” pesan dia.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ustad Das’ad Latif bahkan menyebutkan Sumba sebagai pulau gersang tapi damai. “Saya kagum di tempat ini, bagaimana saya melihat kerukunan yang sangat baik telah terbina di sini,” ujarnya.

Sementara Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, dalam sambutannya mengapresiasi PHBI sedaratan Sumba yang menyelenggarakan halal bihalal yang dirangkai dengan pencanangan tahun toleransi di Sumba Timur.

“Peristiwa kebersamaan seperti ini mungkin hanya terjadi di Pulau Sumba,” kata Bupati Praing.

Bupati Praing  mengatakan, halal bihalal adalah momen membersihkan diri dari berbagai ‘penyakit hati’ dengan tulus ikhlas saling meminta dan memberi maaf sebagaimana ajaran Islam.

Halal bihalal, kata Bupati Praing, dapat menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan spirit puasa dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, di mana dengan transformasi kesadaran berpuasa harus menjadi arus utama kehidupan bermasyarakat.

Bupati Praing mengaku  bersyukur karena Sumba Timur tumbuh menjadi daerah yang dihuni masyarakat toleran dalam kehidupan beragama. Karena itu, dia meminta seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan yang telah terbina, sambil tetap waspada terhadap berbagai ancaman seperti radikalisme dan intoleransi.

“Saya memiliki komitmen politik untuk tetap menjaga kerukunan dan toleransi di daerah ini dan tidak memberikan ruang sedikitpun untuk gerakan radikalisme dan intoleransi dan meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dan terprovokasi paham yang dibawa orang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.  (np)

Pos terkait