Buka Rakor TPPS, Penjabat Wali Kota Kupang Minta Turunkan Stunting

george Hadjoh1
Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh

Kepala Dinas P2KB, drg. Fransisca J. H. Ikasasi, dalam laporannya sebagai panitia menyampaikan kasus stunting di Kota Kupang mengalami peningkatan dalam 2 tahun terakhir.  Tahun 2020 kasus stunting di Kota Kupang sebesar 22,2% dan meningkat di tahun 2021 menjadi 26,1%.

Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang menyebabkan jumlah kunjungan balita pada pemantauan tumbuh kembang di posyandu menurun. Selain itu masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas lebih memilih melakukan pemantauan anak di fasilitas kesehatan lainnya seperti dokter anak atau dokter keluarga sehingga koordinasi lintas sektor belum maksimal.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tujuan dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), kata Ikasasi, adalah untuk mengkoordinasikan, menyinkronisasikan dan memastikan pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting serta menyelenggarakan kerja sama dan kemitraan dengan pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.

Lebih lanjut dikatakannya, Tim TPPS diharapkan merumuskan dan memfasilitasi pelaksanaan manajemen pendampingan, mengoordinasikan pemantauan dan evaluasi, membentuk TPPS di tingkat kecamatan dan kelurahan serta melaporkan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting kepada tim pengarah 1 (satu) kali dalam sebulan atau sewaktu-waktu dibutuhkan. (pkp_chr)

Pos terkait