Ia menilai kehadiran TNI dalam perbaikan irigasi ini sangat berarti bagi petani yang bergantung pada air untuk mengairi sawah mereka.
Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam perbaikan infrastruktur ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kerja sama yang baik dapat membawa manfaat bagi banyak orang.
Melihat kondisi ini, anggota TNI bersama masyarakat turun tangan untuk melakukan perbaikan. Awalnya, upaya gotong royong secara manual dilakukan, namun derasnya arus air membuat perbaikan tersebut kurang efektif.
Sementara, Danramil 1618-01/Miomaffo Timur, Mayor Infanteri Erry Ninu, mengungkapkan bahwa pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pemilik alat berat di Noemuti agar perbaikan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Berkat dukungan alat berat, proses perbaikan pun berjalan lebih lancar, memungkinkan aliran air kembali normal ke persawahan warga.
“Kami menyadari pentingnya irigasi ini bagi para petani. Awalnya kami coba secara manual, tetapi karena tidak cukup kuat, kami berupaya mencari bantuan alat berat. Syukurlah, ada yang bersedia membantu tanpa biaya, sehingga perbaikan bisa selesai lebih cepat,” tutup Mayor Erry Ninu. (siu)







