Final ETMC Lembata, Tokoh Muda Lembata di Arab Saudi Sumbang 100 Dos Aqua

lembata sumbang air
Marianus Wilhelmus Lawe Wahang,

Menurut Lawe, kala itu air bersih sangat sulit diperoleh. Banyak tanaman petani menjadi kering. Makan pun ala kadarnya. Meski demikian, anak-anak seusianya kala itu berlomba-lomba melanjutkan pendidikan. Sang ibu selalu mendorongnya agar tetap sekolah agar kelak hidup bisa berubah ke arah lebih baik lagi.

Usai sekolah, ia dan adik-adiknya rajin membantu orangtua di kebun atau mengambil air dari sumur untuk menyiram tanaman. Kadang ia dan teman-temannya menuju laut sekadar mandi atau memancing ikan tak jauh dari kampungnya. Panorama alam pantai dan mengasyikkan karena berhadapan lansung dengan Nuhanera, teluk yang menyuguhkan pemandangan indah terutama saat senja menjelang. Nuhanera menjadi salah satu destinasi wisata laut yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Saat masih SD pernah ada kapal kecil yang disewa wisatawan dari Eropa singgah di kampungnya. Sejak itu ia bermimpi suatu waktu bisa ikut berlayar mengelilingi dunia. Ia juga selalu berdoa agar kelak bisa mewujudkan cita-cita menjadi pelaut seperti para wisatawan asing yang dengan mudah bisa menyinggahi kampung halaman.

Dalam hati ia berpikir, kalau wisatawan bisa keliling dunia artinya mereka mesti sekolah bahkan kuliah. Dengan ilmu dan teknologi tentu siapapun bisa dimudahkan dalam banyak hal. Suatu waktu Lawe tiba di Tansmania, Australia.

Air matanya tiba-tiba jatuh karena ingat perjuangan orangtua di kampung saat menyekolahkannya. Sejenak ia berdoa kemudian bersiap diri mengawal mesin kapal melewati perairan Tansmania ke Singapura lewat Bali. Dalam hati ia merasa bersykur karena Tuhan mengabulkan doanya dan kedua orangtua sejak masih di kampung halaman.

Pos terkait