Final ETMC Lembata, Tokoh Muda Lembata di Arab Saudi Sumbang 100 Dos Aqua

lembata sumbang air
Marianus Wilhelmus Lawe Wahang,

Menurut Lawe, mantan penjual kalender rohani di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara dan penjual asong di Pasar Tanah Abang Jakarta Barat, selama menempuh pendidikan baik di Balai Jakarta, niatnya membagikan aqua secara gratis juga bentuk kecintaan kepada penonton yang dipandang sebagai pemain ke-13 selama turnamen.

“Para penonton ini tentu bukan saja datang dari kampung-kampung di pedalaman Lembata. Mereka juga sesama saudara dari kabupaten-kabupaten lain, terutama di wilayah Flores daratan, Flores Timur hingga. Bahkan saya dengar banyak saudara-saudari dari Pulau Timor, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Sumba,” kata Lawe, tokoh muda kelahiran Lamawolo, Ile Ape, Lembata, 10 Juli 1980.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Suami Margaretha AP Gromang dan ayah Grace William Ina Nuka Wahang ini mengaku, setelah mengontak Kelompok Pemuda Pencinta Lembata yang dipimpin Heri Tanatawa Purab, Gafur Sarabiti, dan Coki Askara Ratulela, gayung pun bersambut. Tiga sahabatnya ini langsung mengiyakan untuk merapat ke GOR 99 Lewoleba saat belangsung laga final, Kamis (29/9/2022).

“Saya minta agar seratus dos aqua itu dibawa dengan Kuda Laut Lembata atau Sea Horse mengantar dan membagikan aqua kepada penonton. Saya pesan agar sebelum bagi, mereka meminta ijin kepada panitia agar pembagian berjalan lancar. Kita harus menjadi tuan rumah yang baik untuk memulai menjaga kenyamanan selama pertandingan final berlangsung,” katanya.

Anak kampung

Lawe lahir di Kampung Lamawolo, 10 Juli 1980. Kedua orangtuanya, Yohanes Barang Waruwahang dan Martha Kenuka Brewumaking, adalah keluarga sederhana. Profesinya petani. Iklim Ile Ape dengan curah hujan tak menentu membuat sebagian wilayah di lereng gunung itu kerap mengalami kekeringan panjang.

Pos terkait