Berkaitan dengan upaya membangun pendidikan yang bermutu, jela Gubernur, kita telah dan terus memberi perhatian serius, serta melakukan pembenahan di berbagai bidang, baik sistem dan manajemen pengelolaan, sarana prasarana, perhatian, sinergitas dan kerja samanya para pihak seperti pemerintah, guru, orang tua dan pengelola.
“Membangun manusia itu bukanlah pekerjaan gampang. Terlebih menjadi pribadi yang fisiknya kuat, hatinya baik dan punya kemampuan. Karena itu, anak-anak harus diajar oleh guru-guru terbaik. Guru sulit bersaing dengan mesin, yang jauh lebih cerdas, lebih cepat dan lebih efektif dalam pencarian informasi dan pengetahuan. Karena itu, para guru perlu mengubah “mindset” dalam hal cara mengajar dari yang bersifat tradisional menjadi pembelajaran stimulan-stimulan, agar lebih menyenangkan dan menarik,” jelas Gubernur.
Ada pepatah, kata Gubernur, yang menyebutkan guru ibarat sebuah lentera di ruangan gelap, yang mampu menerangi isi ruangan. Karena guru memberikan pengetahuan yang ia miliki untuk anak didiknya, untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa tanpa pamrih, tanpa imbalan.
Gubernur mengatakan, guru semula menjadi pemberi pengetahuan, sekarang menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial, karena nilai-nilai itulah yang tidak diajarkan oleh mesin.
“Saya berharap agar para pengurus PGRI di semua tingkatan mengawal perjuangan dan aspirasi para guru, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan profesionalisme, kesejahteraan dan perlindungan dengan mengedepankan dialog, berbasis data, santun dan bermartabat, tanpa membedakan status guru apapun. Jadikan PGRI sebagai rumah besar guru (pendidik) dan tenaga kependidikan dalam memperjuangkan aspirasi, tempat saling bertumbuh dan berbagi, tempat silaturahmi membangun dan menyebarkan kebaikan bagi negeri. Semoga dengan semangat HUT ke 77 PGRI dan HGN Tahun 2022, semua guru bisa menjadi agen perubahan demi peradaban yang lebih baik lagi,” sebut kata Gubernur dalam sambutannya. (amb)







