Masyarakat, kata Wayan, juga berkeinginan untuk terus menjaga dan menggali potensi wisata, khususnya bahari, sebagai bentuk menjaga budaya dan melestarikan tradisi lokal.
“Khusus Kelurahan Oesapa Barat punya potensi pariwisata kelautan dan kami ingin sekali potensi pariwisata ini menjadi wisata bahari sebagai bentuk menjaga budaya dan melestarikan tradisi lokal,” kata Wayan.
Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Oesapa Barat, Yohanes Pah, mengatakan, festival yang digelar itu merupakan wadah yang menunjukkan keberagaman etnis, suku, adat istiadat dan tradisi budaya masyarakat Oesapa Barat.
Pah mengatakan, festival ini menjadi suatu keragaman yang dilihat dan dimaknai sebagai sebuah potensi pembangunan pariwisata melalui atraksi budaya dalam mendukung pariwisata di kelurahan tersebut.
Selain itu, festival budaya ini juga digelar untuk mempererat dan membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan serta persaudaraan dan kekompakan antarwarga masyarakat setempat.
“Festival budaya dengan berbagai atraksi dan pertunjukan budaya lokal ini perlu dimaknai dan dilihat sebagai potensi membangun pariwisata melalui atraksi budaya, juga sebagai wadah mempererat persaudaraan dan membangkitkan persatuan dan kesatuan masyarakat,” tegas Pah.
Pembukaan Festival Budaya ini ditandai dengan parade oleh seluruh masyarakat setempat dengan melibatkan sejumlah institusi pendidikan dari tingkat PAUD hingga sekolah tinggi yang berada di wilayah Kelurahan Oesapa Barat.
Aneka acara yang digelar yakni tarian daerah, lagu daerah yang dibawakan warga, siswa sekolah yang ada di wilayah itu, mahasiswa KKN dari IAKN dan aneka perlombaan yang dimulai sejak 10 Agustus – 24 Agustus 2024. (*/den)







