Kepada para siswa, Julie berharap agar tetap mempertahankan nilai budaya yang juga merupakan bagian dari nilai Pancasila dan jangan sampai terlena dengan budaya asing.
Di era yang terbuka, kata Julie, tentunya budaya asing tidak terelakkan, namun bagaimanapun budaya bangsa sendiri harus menjadi pegangan hidup. “Jangan sampai generasi muda terbawa dengan budaya asing dan bukan tidak mungkin budaya sendiri sekali kelak bisa hilang,” katanya.
Untuk terus menanamkan kesadaran akan 4 pilar kebangsaan ini, Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, maka DPR RI maupun MPR serta DPD terus melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Plt. Asisten III Setda Ende, Hiparkus Hepy, mewakili Pemerintah Kabupaten Ende saat sapaan pembukaan menyatakan rasa terima kasih karena Julie Laiskodat masuk sekolah melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan.
Menurut Hepy, di tengah situasi kebangsaan yang mulai mengarah ke disintegrasi, generasi muda khususnya para siswa di Ende mendapatkan pencerahan dan pemahaman akan 4 pilar kebangsaan. Karena itu ia menyampaikan terima kasih kepada anggota DPR RI tersebut.
“Terima kasih Bunda atas kunjungan ke sekolah.D itengah situasi Indonesia seperti sekarang ini, generasi muda mendapat penjelasan karena ada potensi terjadinya perpecahan,” ujar Hepy. (ase)







