Senada dengan itu, RD. Soni Koten, dalam pemaparannya menegaskan bahwa Gereja sangat peduli terhadap orang muda di era digital ini sebab banyak yang mudah terprovokasi lewat media sosial hingga berujung pada perkelahian antara siswa yang sering terjadi di Lota Larantuka.
Oleh sebab itu, ia berharap agar melalui kegiatan ini OMK bisa menjadi pelopor dalam penggunaan media sosial yang baik untuk generasi muda.
Ada beberapa hal yang disepakati sebagai bentuk keberlanjutan atau aksi dari kegiatan temu OMK itu. di antaranya menjadi pendorong atau promotor penyelesaian data biduk di paroki masing-masing. Juga membantu Pohon Bao menjual/mendistribusikan tiket pementasan teater Tonu Wujo yang akan terjadi pada tanggal 16 Desember 2022.
Selain itu, pada bulan Desember melaksanakan kegiatan rekoleksi OMK di masing-masing paroki. (ama)







