Penjabat Wali Kota Kupang Buka Sidang Majelis Klasis Kota Kupang XV

kupang penjabat

Pada kesempatan yang sama, Fahrensy  menyampaikan terima kasih atas dukungan gereja yang diberikan selama ini bagi terlaksananya berbagai pembangunan yang dicanangkan pemerintah.

“Kami juga mengapresiasi gereja yang selalu menjadi mitra strategis pemerintah khususnya dalam menjaga kerukunan serta toleransi hidup antar umat beragama di Kota Kupang,” tegas Fahrensy.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Diungkapkannya, berkat peran berbagai elemen masyarakat termasuk gereja, Kota Kupang berhasil meraih kembali apresiasi indeks kota toleran di Indonesia.

“Kota Kupang berada di urutan ke 9 dari 10 kota paling toleran. Semoga prestasi ini dapat terus kita pertahankan demi mewujudkan Kota Kupang yang aman, damai dan sejahtera melalui berbagai kerja kolaborasi dan kemitraan yang harmonis khususnya di antara gereja dan pemerintah,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Fahrensy  meminta semua komponen gereja untuk senantiasa mendoakan Kota Kupang sekaligus ikut berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan yang dicanangkan pemerintah.

Sekretaris Sinode GMIT, Pendeta Lay Abdi Karya Wenyi, dalam suara gembala menyampaikan gereja harus konsisten melakukan keadilan, membangun solidaritas dan persaudaraan serta mampu mengelola berbagai perbedaan dalam perjalanan pelayanan bersama dengan kerendahan hati, sebab gereja adalah komunitas yang eksemplaris menjadi contoh teladan dalam masyarakat.

Dalam naskah eskiologi, kata Pendeta Lay, persidangan gereja adalah wadah bersama untuk mencari dan menemukan kehendak Tuhan bagi gerejanya.

“Karena itu tidak boleh ada pemaksaan kehendak sendiri, melainkan dengan rendah hati meletakkan kehendak kita di bawah kehendak Tuhan,” ungkapnya.

Pos terkait