Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pemetaan hasil survei Desa Tahan Kekeringan berbasis data rumah tangga. Untuk Kelas A (masyarakat umum), materi disampaikan oleh Arista Marlince Tamonob, S.Si., M.Si. Sedangkan untuk Kelas B (kader desa) disampaikan oleh Hawu Yogia Pradana Uly, S.Kom., M.Kom.
Dalam pemaparannya, kedua narasumber memperkenalkan hasil pemetaan kerentanan kekeringan rumah tangga di Desa Kuatae kepada masyarakat dan kader desa, termasuk perbedaan tingkat kerentanan antara Dusun 1 dan Dusun 2, sebagai dasar bagi masyarakat untuk memahami kondisi ketahanan air di wilayah tempat tinggal mereka.
Melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi ini, Tim PKM berharap masyarakat dan kader Desa Kuatae dapat lebih memahami kondisi ketahanan air di wilayah mereka serta menerapkan praktik pengelolaan air rumah tangga yang lebih baik, sehingga upaya mewujudkan Desa Kuatae sebagai desa tahan kekeringan dapat terus berlanjut secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian merencanakan tahap kelima, yaitu penyusunan Model Desa Tahan Kekeringan Berbasis Data Rumah Tangga dan Edukasi Pengelolaan Air, dengan melibatkan kader desa yang telah dibekali pengetahuan pada kegiatan ini sebagai penggerak di tingkat dusun.
Hasil pemetaan dan basis data rumah tangga yang telah disusun juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Desa Kuatae dalam menyusun prioritas program penyediaan air bersih, khususnya di Dusun 2 yang teridentifikasi memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi.







