Bacaan I Kisah Para Rasul 1: 1 – 11
Mazmur Tanggapan:
Mzm 47: 2-3.6-7.8-9
Ref: “Allah telah naik diiringi sorak-sorai; Tuhan mengangsa diiringi bunyi sangkakala”
Bacaan II Efesus 1: 17-23
atau Ibrani 9:24-28; 10:19-23
Injil Lukas 24:46 – 53
“Ketika sedang memberkati mereka, IA berpisah dari mereka dan terangkat ke surga..”
Lukas 24:51
(Est factum, dum benediciret illis, recessit ab eis, et ferebatur in caelum)
Kawan ku…
Kubayangkan kisah itu sungguh istimewa. Dan itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para murid.
Tuhan ‘terangkat ke surga sambil memberkati para murid itu.’
Kawan ku….
Para murid ditinggalkanNYA sebagai orang-orang yang terberkati. Berkat itu jadi ‘tindakan akhir’ Tuhan bagi para murid ketika sambil IA berpisah dari mereka.
Tetapi juga, Kawan ku…
Tindakan memberkati pun jadi awal para murid untuk segera terutus untuk menyapa dunia dan sesama dalam ‘tindakan memberkati.’
Kawan ku….
Tak ada tanda kenangan paling berarti bagi para murid, pun bagi Gereja, semua kita, selain ‘tindakan memberkati.’ Dan di situlah kita yakini citra diri kita dalam kuasa memberkati.
Kawan ku..
Kisah TUHAN sedang memberkati dan IA terangkat ke surga, membawa ku kepada kesadaran bahwa aku adalah insan terberkati. Demikian halnya yang mesti kulihat dalam dirimu, kawan.
Kawan ku…
Tidak kah acapkali tampil diri kita dan segala sikap kita jauh dari tindak dan gema berkat itu? Hadir diri dan gema sikap kita sering membawa perselisihan, keretakan, ketaknyamanan, dan sekian banyak gangguan dalam kebersamaan?







