Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kisah Para Rasul 11: 19 – 26
Mazmur Tanggapan: Mzm 87: 1-3, 4-5, 6-7
Ref: “Pujilah Tuhan, hai segala bangsa”
Injil Yohanes 10: 22 – 30
“Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan?”
Yoh 10:24
(Quousque animam nostram tollis?)
Kawan ku…
Sungguh hal yang amat manusiawi! Kita sering ragu. Kebimbangan jadi milik kita. Kita terkurung dalam rawa-rawa prasangka.
Kawan ku…
kita memang inginkan satu kepastian. Kebenaran kita perjuangkan untuk diraih. Semuanya agar hati kita terasa nyaman. Tak terlilit utang banyak pertanyaan lagi.
Tetapi kawan ku…
Akuilah bahwa acapkali curiga, ragu, atau prasangka tetap terkandas pada hati kita yang sulit untuk berserah pada kebenaran. Pada yang sesungguhnya!
Kawan ku…
Hingga pada sekian banyak kesaksian, bukti, atau kejelasan terang-menderang, toh terhadap Yesus, orang-orang Yahudi bakal tetap dalam kebimbangan…
Kawan ku…
Benar ya, terhadap siapapun yang baginya tak ada tempat di hati kita, selalu kita kerdilkannya dalam bimbang, curiga, dan prasangka pada sisi suram dan miring. Dan bakal tetap seperi itu seterusnya.
Kawan ku…
Kita memang tak mungkin bertarung sejadinya hanya untuk bebaskan semua orang dari segala rasa dan sikap antipati. Tetapi yang benar adalah di dalam Yesus kita alami kepastian, kegembiraan dan harapan! Dalam Yesus, kita dijauhkan dari segala ‘rasa bimbang dan ragu.’
Verbo Dei Amorem Spiranti.
Tuhan memberkati.
Amin. Alleluia







