Oleh : Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I 2Raja-Raja 5:1-15
Mazmur Tanggapan Mzm 42:2.3; 43:3.4
Ref: “Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Injil Lukas 4: 24 – 30
“Mendengar itu, sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu”
Lukas 4:28
(Et repleti sunt omnes in synagoga ira, haec audientes)
Kawan ku….
Entahlah kenapa? Untuk dengarkan sesuatu, telinga dan hatiku sekian peka. Begini maksudnya, kawan. Aku hanya ingin dengarkan apapun yang membuatku ‘senang dan tersanjung.’ Aku nampaknya haus pujian dan suka ‘diangkat-angkat.’
Sebaliknya, kawan ku…
Aku segera berhati ketus. Berwajah cemberut dan tak bersahabat. Itu karena aku tak tahan akan kata-kata kritikan. Aku tak tahan akan ungkapan hati sesama yang menantang dan keras.
Kawan ku…
Aku, kenapa ya, hanya mau dan bahkan menuntut agar orang lain ikuti kemauanku? Bukan sepantasnya terbuka pula pada kata-kata sesama?
Padahal kata-kata sesamaku itu sungguh bermakna. Sungguh isyaratkan pilar-pilar kebenaran.
Kawan ku….
Ada hal berikutnya yang hendak kubilang padamu. Tampaknya aku cenderung ‘cari aman’ dan bersembunyi dalam ‘asal sesama rasa senang dan tersanjung.’ Sebab itu aku paksa diri menata ‘kata dan suara’ yang membuat sesama senang. Namun sebenarnya itu semua jauh dari kenyataan dan kebenaran!
Kawan ku..
Yesus, di sinagoga itu, bicara apa adanya, senyatanya dan wartakan kebenaran. Yesus tak mau bahwa pendengarNya jadi ‘senang yang murahan dan dangkal.’ Yesus tentu tahu bahwa itu sungguh menantang dan datangkan ketaksukaan dalam hati pendengaranNya. Yesus pun tahu akan risiko buruk yang bakal dihadapiNya.







