Sedangkan Markus Laka, yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di Australia mengaku jikalau apa yang dilakukan angkatan 40 Seminari Lalian ini merupakan komitmen teguh dan kuat.
“Memang kami beberapa orang berada di luar negeri dan jauh dari Lalian. Akan tetapi karena ada komunikasi yang intens dengan teman-teman angkatan, kami seolah dihadapkan pada realitas yang membuat kami untuk membantu almamater semampu kami. Ini semua terjadi karena ada niat baik dan tulus dari kebersamaan dan kekeluargaan yang telah kami bangun hingga saat ini,” jelasnya.
Sebagai informasi, sumbangan dari angkatan 40 Seminari Lalian yang sudah diberikan antara lain organ liturgis, beras dan 3 bulan mendatang ada lagi sumbangan lain yang dikomunikasikan dengan para pembina di Seminari Lalian.
Bantuan beras ini diterima Ekonom Seminari Lalian, Romo Vinsen Kolo, dan yang mewakili angkatan 40 antara lain Alfred Atidja, Conz Klau, Onny Berek, Herry Klau, Nani Amasanan dan Charles Saffran.
Usai diterima perwakilan angkatan diperkenankan untuk melihat keadaan di dapur dan gudang Seminari Lalian. (hk/den)







