STIBA CNK Lepas 16 Lulusan

kupang stiba

Menyoal isu akan ditutupnya STIBA CNK, Gregorius menjelaskan hal tersebut bisa saja terjadi karena pemerintah selalu mengawasi dan memantau keberadaan setiap perguruan tinggi, apalagi sselama dua tahun ini diterpa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan  hilangnya animo para pelajar untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi termasuk di STIBA CNK.

Pemerintah saat ini, ungkap dia, juga sedang berpikir bagaimana caranya agar STIBA CNK bisa kembali eksis karena lembaga perguruan tinggi ini tentunya tidak bisa hidup tanpa mahasiswa.

“Sesuai surat edaran perguruan tinggi swasta yang sehat hanya 10% dari seluruh Indonesia semuanya mengalami kendala yang sama. Jadi bagaimana pemerintah berupaya sehingga perguruan tinggi ini bisa eksis, semisal dengan cara merger juga tidak  diminati. Kami juga tidak tahu karena semua persoalan sudah kami serahkan ke pemerintah,” jelasnya.

Senada diungkapkan dosen sekaligus mantan Ketua Jurusan STIBA CNK, Dr. Jermy Balukh. Menurut dia, lembaga perguruan tinggi STIBA CNK akan terus berproses sesuai  kebutuhan pasar. Apalagi dunia pariwisata NTT semakin maju dan mendunia seperti pariwisata Labuan Bajo.

Melihat kemajuan kepariwisataan NTT, pihaknya melalui STIBA CNK akan berupaya untuk berinovasi melahirkan peluang lain selain prodi Sastra Inggris misalnya mengahdirkan prodi Sastra Jepang.

Lulusan STIBA CNK, ungkap Jermy, ada yang bekerja di Bali. Tentunya ini akan membuka peluang karena lulusan asal Kupang NTT ini  juga mampu bersaing di daerah tujuan wisata yang besar seperti Bali.

Pos terkait