Bupati Praing meminta semua pihak untuk meninggalkan ego pribadi dan ego wilayah dalam proses perencanaan pembangunan.
“Mari kita tinggalkan ego kita dan seluruh masyarakat harus dapat menghasilkan program yang memang menjadi prioritas bersama,” tegas Bupati Praing.
Bupati Praing juga meminta masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam proses pembangunan. Sementara program yang harus dihasilkan dalam musyawarah juga diharapkan agar selaras dengan perencanaan perangkat daerah kabupaten dan program pokok pikiran (Pokir) DPRD.
Sementara Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu, meminta perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa bersama masyarakat memahami wewenang masing-masing.
David meminta pemerintah dan masyarakat di tingkat desa untuk memilah mana perencanaan yang bisa dieksekusi di tingkat desa dan kecamatan menggunakan APBDes dan mana yang harus didorong ke level APBD Kabupaten.
David juga menyebut saat ini Kabupaten Sumba Timur menjadi salah satu satu 5 kabupaten yang menjadi perhatian Kepala Staf Presiden (KSP). Karena itu, ia meminta masyarakat mendoakan dirinya dan Bupati Khristofel Praing agar dapat mengabdi dan membawa Sumba Timur keluar dari kemiskinan.
“Banyak hal yang masih harus kami buat. Mohon doa beri kami umur panjang untuk mengabdi Sumba Timur,” pinta David.
Sementara itu, Sekretaris Bappeda Sumba Timur, Yohanis Gah, mengingatkan bahwa substansi Musrenbang adalah mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang prioritas. Perangkat daerah harus dapat mencermati secara baik dari sisi teknis.







