Walikota Hadiri Kebaktian Perdana Pos Pelayanan Batuplat, GMIT Pohonitas Manulai II

Kota Kupang Jefri di pos pelayanan batuplat

Saat ini ada 200 kepala keluarga yang tergabung dalam pos pelayanan ini.

Menurutnya, pos pelayanan Batuplat ini dibentuk dengan tujuan agar pelayanan kepada jemaat bisa lebih terjangkau dan tidak terfokus pada Gereja induk Pohonnitas saja.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Pada kesempatan yang sama atas nama jemaat ketua panitia juga menyampaikan permohonan dukungan dari Pemerintah Kota Kupang dan semua pihak yang bersedia membantu proses pembangunan gedung kebaktian pos pelayanan Batuplat tersebut.

Wakil Sekretaris Majelis Harian Sinode GMIT, Pdt. Elisa Maplani, M.Th, dalam khotbahnya memberikan tiga poin utama yang harus dipegang teguh oleh jemaat yang baru memulai.

Yang pertama adalah persatuan jemaat gereja itu sendiri. Jika persatuan dipegang teguh sudah pasti tidak dapat dikalahkan oleh kekuatan apapun juga.

Kedua, hidup dalam solidaritas satu dengan yang lain. Solidaritas, menurutnya, artinya ikut merasakan apa yang dihadapi oleh sesama jemaat, jadi yang kuat menopang yang lemah untuk bersama menuju satu tujuan yakni memuliakan Tuhan. Bukan hanya menerima berkat, tapi juga menjadi berkat bagi sesama.

Poin ketiga, menurut Pdt. Elisa, adalah bertekun dan sehati di dalam bait Allah. “Roh Kudus yang memimpin Jemaat perdana juga Pos Pelayanan Batuplat yang hari ini menyelenggarakan ibadah perdana. Semoga Pos pelayanan ini bisa berjalan dengan baik dalam pelayanan, jadikan perbedaan sebagai kekuatan utama, bukan sebagai akar pertikaian,” pesannya mengakhiri kotbahnya. (pkp_fred/den)

Pos terkait