Kepada para pemuda peserta turnamen futsal George berpesan agar memiliki mental dan karakter sebagai seorang atlet yang menjunjung tinggi sportivitas.
George juga mengapresiasi jajaran majelis, panitia dan jemaat atas dukungan fasilitas olahraga yang menurutnya sudah lebih bagus.
“Seandainya semua gereja menyiapkan wadah seperti ini, tentunya orang-orang muda di Kota Kupang banyak yang jadi orang-orang hebat tentunya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama George juga menuturkan, untuk menjadikan Kota Kupang sebagai barometer olahraga di NTT, ke depan Pemkot Kupang akan menggelorakan olahraga di Kota Kupang dengan menggelar turnamen di 51 kelurahan, dalam rangka mencari bakat-bakat baru untuk menyambut PON ke-22 tahun 2022 saat NTT menjadi tuan rumah.
Ketua Majelis Jemaat GMIT Sonaf Manekan Tabun, Pdt. Patrisia Dimoe Djami-Thedens, S.Th., menjelaskan ajang ini digelar untuk penyaluran bakat dan kreativitas jemaat khususnya kawula muda di bidang olahraga futsal.
Kepada peserta turnamen Thedens berpesan agar menjaga kejujuran dan sportivitas selama pertandingan.
Thedens berharap turnamen ini menjadi momentum pembinaan mentalitas generasi muda supaya terhindar dari berbagai macam pengaruh-pengaruh buruk di era milenial dan membantu generasi muda untuk mengembangkan bakat yang produktif.
Thedens juga menyampaikan terima kasih kepada panitia atas kerja keras demi terselenggaranya turnamen ini. Harapannya ke depan turnamen terlaksana dengan baik dan dapat digelar rutin. (pkp_nyg)







