“Kalau Pak YHW ini adalah birokrat yang punya pengalaman panjang dan dipercayakan sejumlah jabatan, mulai kepala dinas pertanian, perkebunan, dan kehutanan, yang memang sangat cocok dengan kebutuhan masyarakat Sumba Timur yang 80-an persennya adalah petani. Ini yang menjadi dasar bagi kami di PKB untuk mendukung paket Kobul ini,” kata Samad memberi alasan.
Disebutkannya, setelah menyatakan dukungan untuk ULP-YHW seluruh jajaran pengurus, kader dan simpatisan PKB bekerja maksimal sampai ke pelosok-pelosok untuk meyakinkan masyarakat bahwa untuk kemajuan Sumba Timur maka paket yang paling tepat saat ini hanya ULP-YHW.
“Saya dan teman-teman di PKB bekerja selama ini sampai di desa-desa, bahkan tidur di kampung untuk menyampaikan ke masyarakat untuk coblos nomor urut 2 pada tanggal 9 Desember 2020 yang akan datang, termasuk kita semua yang ada di sini,” katanya.
Calon Wakil Bupati Sumba Timur, Yohanes Hiwa Wunu, mengatakan, kedatangannya bersama tim kampanye di Kampung Betel untuk memohon dukungan masyarakat agar memilih Paket Kobul.
“Kebutuhan mayoritas masyarakat yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, perkebunan termasuk perikanan dan kelautan akan menjadi prioritas kami jika Tuhan menghendaki kami berdua memimpin Sumba Timur,” kata Yohanes.
Menurut Yohanes, sektor pertanian menjadi program utama lantaran hampir sebagian besar masyarakat Sumba Timur menggantungkan hidupnya di sektor pertanian yang didalamnya meliputi juga perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan.
“Dengan pengalaman panjang saya bersama Pak ULP selama ini di sektor-sektor ini kami bakal memajukan bidang-bidang itu untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sumba Timur. Apalagi Pak ULP adalah master teknik yang menguasai betul tentang infrastruktur di Sumba Timur.







