KUPANG kabarntt.id—Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melakukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero.
Pinjaman ini ditujukan untuk membangun 16 ruas jalan Provinsi NTT. “Selamat atas perjanjian penandatanganan ini. Pak Gub (Gubernur) adalah orang (baca : kepala daerah) keempat yang melakukan penandatanganan perjanjian seperti ini. Ini terobosan yang sangat baik. Kami terus dorong dan fasilitasi daerah-daerah untuk lakukan inovasi-inovasi sehingga bisa jalankan program-program prioritasnya terutama di saat pandemi Covid 19 seperti ini,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, lewat video conference pada acara Penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah antara Pemerintah Provinsi NTT dengan PT SMI di Ruang Rapat Gubernur NTT, Rabu (5/8/2020).
Penandatanganan ini dilakukan masing-masing oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), di Kupang dan Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad, di Jakarta.
Menurut Astera, pandemi Covid-19 mempunyai dampak yang luar biasa terhadap keuangan nasional maupun daerah. Secara nasional, APBD dari pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten turun sekitar 16,7 persen. Hampir sama dengan penurunan yang terjadi di NTT sekitar 1,14 triliun rupiah.
Begitupun dengan pertumbuhan ekonomi, sesuai data BPS pada kuartal kedua mengalami depresi sebesar minus 5,32 persen.







