Dikatakannya semangat juang para pendahulu harus tetap dikobarkan di sanubari, sebagai salah satu cara mengenang jasa-jasa mereka yang telah gigih berjuang di tengah keterbatasan dan kesederhanaan pada masa itu, yang rela mengorbankan jiwa raga tanpa mengenal perbedaan suku, agama dan RAS, apa lagi status sosial untuk menghantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang maju, berdaulat, adil dan makmur.
Ketua DPD Partai Demokrat NTT itu juga mengingatkan kembali beberapa hal yang disampaikan Presiden Joko Widodo melalui pidatonya pada sidang tahunan MPR RI, 14 Agustus 2020 lalu.
Presiden Jokowi, kata Jefri, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan musibah pandemi ini sebagai momentum sebuah kebangkitan baru, untuk melakukan sebuah lompatan besar, membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan termasuk kesehatan dan pendidikan.
“Saatnya kita bajak momentum krisis ini untuk melakukan lompatan lompatan besar. Pola pikir dan etos kerja kita juga harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional juga harus ditingkatkan kita diminta untuk tidak menyia-nyiakan pelajaran yang diberikan oleh krisis serta tidak membiarkan krisis membuahkan kemunduran,” begitu pesan Jokowi.
Mengamini apa yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya, Pemerintah Kota Kupang, kata Jefri, di tahun ketiga kepemimpinan sebagai walikota dan wakil walikota ini terus berupaya untuk mewujudkan Kota Kupang yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dengan tata kelola bebas KKN sesuai visi pembangunan Kota Kupang tahun 2017-2022, yang dimanifestasikan melalui berbagai gerakan serta inovasi demi kemajuan kota ini serta kesejahteraan masyarakatnya.







