Di dua desa ini, kata Rambu May, dia tidak hanya menyalurkan paket sembako, tetapi juga melihat langsung lahan dan tanaman pertanian warga yang tersapu dan hanyut dibawa banjir.
Rambu May melukiskan, lahan yang sebelumnya penuh dengan tanaman pertanian sekarang penuh dengan batu. Hamparan pertanian sekarang dipenuhi bebatuan dengan tanah terkikis.
“Lahan pertanian di seluruh wilayah bantaran sungai direndam badai. Tidak ada hasil pertanian yang tersisa. Pemerintah memang harus segera melakukan pembenahan spot pertanian agar kelak tidak terjadi rawan pangan di daerah ini,” serunya.
Rambu juga berharap agar seluruh bantuan yang disalurkan tepat sasaran dengan koordinasi semua pihak. Pemerintah juga perlu memprioritaskan wilayah-wilayah yang aksesnya sulit agar tidak terkesan mereka diabaikan.
“Saya memang lebih tekankan pada penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan memprioritaskan wilayah-wilayah yang aksesnya sulit. Dengan demikian semua masyarakat mendapat hak yang sama dalam pemenuhan kebutuhan,” imbuhnya. (rambu prailiang)







