BUKAN karena bencana baru terjun ke masyarakat. Menyatu dengan masyarakat itu sudah niscaya. Sudah seharusnya ketika Rambu Nggadi May memilih dan terpilih menjadi wakil rakyat, anggota DPRD Sumba Timur.
Perempuan wakil rakyat dari Partai Golkar ini sadar betul bahwa menjadi wakil rakyat itu bukan sekadar hadir di gedung di Dewan. Dia mesti berada di tengah masyarakat. Hanya dengan itulah dia bisa mengetahui, memahami, menyerap dan kemudian bisa berbicara tentang kondisi faktual rakyat.

Tak heran, ketika badai siklon seroja menghantam sebagian wilayah NTT, termasuk Sumba Timur, Rambu May punya perhatian lebih, dan lebih sering berada di tengah masyarakat. Di tengah konstituen yang memilih dan mengutusnya ke lembaga Dewan.
Rambu May sadar betul pada situasi sulit pasca badai, warga banyak menderita akibat kehilangan harta benda. Lahan pertanian terkubur bersama dengan tanaman pertanian di atasnya.
Itu sebabnya, ketika hadir dan terjun ke tengah masyarakat terdampak Rambu May tidak datang dengan tangan kosong. Sejumlah paket bantuan, terutama sembako dari Partai Golkar disalurkannya.
Kepada kabarntt.id, Sabtu (24/4/2021) petang, Rambu May mengatakan, pasca bencana dia keliling di beberapa wilayah yang sangat terdampak. Dia keliling tidak sekadar melihat. Tetapi juga membawa paket bantuan sembako.
“Selepas bencana, kami memang dituntut untuk turun langsung di wilayah yang terdampak. Ya, sebagai wakil rakyat kami harus hadir untuk melihat langsung dan mendengarkan apa yang paling dibutuhkan masyarakat. Saya tadi distribusi paket sembako di dua desa di Kecamatan Kahaungu Eti, yakni Desa Kambata Bundung dan Desa Kota Kawau. Memang itu daerah paling terdampak dan sangat butuh sentuhan,” jelas Rambu May.







