SVD, Peradaban dan Terima Kasih Umat

kapela agung ledalero
Kepala Agung SeminariTinggi St. Paulus Ledalero, Maumere

Oleh Tony Kleden

ADA serial buku yang sangat menarik tentang kisah dan riwayat para misionaris tarekat SVD (Societas Verbi Divini/Serikat Sabda Allah) asal Belanda yang bekerja di Indonesia.  Semua mereka sudah meninggal dunia.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Serial buku yang terdiri dari empat buku dengan judul menarik: “Indahnya Kaki Mereka, Telusur Jejak Para Misionaris Belanda” ini dieditori Pater John Dami Mukese, SVD (alm) dan Romo Eduard Jebarus, Pr, imam projo yang berkarya di Keuskupan Larantuka.

Dua editor buku ini sangat detail, plastis dan kuat mengisahkan bagaimana kehidupan masa kecil para misionaris asal Belanda, kondisi sekaligus dukungan keluarga mereka, suka duka titian panggilan mereka, semangat mereka ke tanah misi dan jejak karya dan pengabdian yang mereka tinggalkan di Flores, Timor, Sumba, Sumbawa, Jawa, Lombok dan Bali.

Sebagai anggota SVD, Pater John Dami Mukese tahu dengan baik seperti apa jiwa dan spiritualitas SVD. Romo Eduard Jebarus, meski seorang rohaniwan projo, gaya dan corak hidupnya sangat  kuat cita rasa SVD karena dia pindahan dari SVD ke projo. Dengan begitu, Romo Eduard juga sangat paham SVD, tarekat yang didirikan St. Arnoldus Janssen di Steyl, Belanda, 8 September 1875 ini.

WhatsApp Image 2026 07 12 at 00.39.07
Panitia konser musik dan pentas teater foto bersama para frater usai pentas di Auditorium Undana, Sabtu (11/7/2026)

Terbaca dalam buku itu betapa benih panggilan tumbuh subur di Eropa pada akhir tahun 1800-an hingga awal 1900-an. Kehidupan iman keluarga Katolik cukup baik dan kuat mengakar. Gairah masuk seminari anak-anak laki-laki cukup tinggi. Dukungan keluarga juga total dan luar biasa.

Pos terkait