SVD, Peradaban dan Terima Kasih Umat

kapela agung ledalero
Kepala Agung SeminariTinggi St. Paulus Ledalero, Maumere
umat ende
Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, satu-satunya uskup dari SVD di Indonesia saat ini

Tahun ini, sudah 113 tahun SVD berkarya di Tanah Air, khususnya di Nusa Tenggara.   Banyak sarana dan fasilitas mahal dan mewah yang dibangun SVD tinggal kenangan. Kapal dan motor laut tidak lagi membelah laut dan menerjang gelombang. Semuanya sudah menjadi besi tua. Gedung dan bangunan percetakan, penerbit, bengkel kayu dan mesin tidak beroperasi lagi. Seminari kecil dan menengah diserahkan ke Gereja lokal (keuskupan). Sejumlah aset juga diserahkan ke Gereja lokal.

Ketika hari ini Gereja lokal Nusa Tenggara semakin kuat mengakar, SVD kembali ke semangat awalnya: perintis karya misi. Ketika hari ini, banyak umat, banyak warga Nusa Tenggara sudah ‘jadi orang’ itulah buah yang dipetik dari kerja keras, dedikasi tinggi dan semangat pengorbanan SVD sekian lama.  Singkat kata, dari rentang panjang kehadiran dan kiprahnya di Nusa Tenggara, SVD sukses membangun peradaban. Ya, peradaban manusia Nusa Tenggara.  Tepat moto Mingguan Dian: Membangun Manusia Pembangun.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tetapi juga ketika hari ini para frater SVD dari Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, dipimpin Pater Roland, SVD, Pater Eman Wero, SVD dan Pater John Masneno, SVD, manggung dengan konser dan terater di berbagai tempat di Nusa Tenggara, pesannya sederhana tetapi berdampak luas dan berimplikasi jauh: “Jangan lupa SVD. Kami mundur selangkah sekarang dan di sini, tetapi kami pergi jauh meretas isolasi di belahan bumi lain, membawa dan menjadi cahaya bagi dunia, mewartakan kasih dan terang Yesus Kristus.  Kalau ingat SVD, nyatakan terima kasihmu dengan menjadi donatur tetap untuk kelangsungan pendidikan calon imam di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.”

Pos terkait