KUPANG kabarntt.id— Bank Indonesia Perwakilan NTT minta Bank NTT harus bisa menjadi agen pembangunan. Saat ini Bank NTT sudah banyak melakukan transformasi.
Permintaan itu disampaikan Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, pada acara Dedikasi Awards Bank NTT Tahun 2021 di Hotel Aston, Jumat (29/10/2021).
Menurut Nyoman, Bank NTT saat ini harus menjadi agen pembangunan di NTT. “Dari perspektif Bank Indonesia, Bank NTT harus jadi agen pembangunan,” kata Nyoman.
Bank NTT saat ini sudah menjadi smart bank. “Di Kantor Cabang Utama (KCU), ATM menggunakan konteiner dan banyak hal yang sudah berubah. Bank NTT sudah banyak transformasi yang dilakukan,” kata Nyoman.
Nyoman menyebut dua hal yang mempengaruhi perbankan termasuk Bank NTT, yakni pandemi Covid-19 dan distrupsi teknologi.
“Dari sisi pembayaran kami mendukung digitalisasi perbankan dan ini harus terus dilakukan,” katanya.
Dikatakan, sebenarnya ada lima hal yang dilakukan guna pemulihan ekonomi, yakni pertama membuka sektor-sektor produktif, kedua mendorong kredit kepada sektor produktif, ketiga, melakukan digitalisasi ekonomi dan keuangan, keempat, integrasi dan perlindungan konsumen dan yang terakhir adalah mendorong digitalisasi.
Dikatakan, pada Bulan Desember 2021 mendatang, BI merencanakan untuk meluncurkan BI pas.
“Dengan BI pas kita sudah bisa menerima uang sekitar empat menit. Bi pas sebagai sarana kliring,” ujarnya.
Sedangkan peran Bank NTT, kata Nyoman, tampak pada kantor kas titipan.
“Peran Bank NTT yaitu delapan dari sembilan kas titipan di NTT dipegang oleh Bank NTT,” katanya.
BI juga mendorong agar Bank NTT perlu mengembangkan pembayaran non tunai melalui transaksi QRIS, termasuk melakukan digitalisasi pemerintah daerah. (np)







