Warga Kota Kupang Abaikan Vaksin Dosis Kedua

retnowati2

KUPANG kabarntt.id—Berbeda dengan vaksinasi dosis pertama yang sudah menembus 80 persen, vaksinasi dosis kedua di Kota Kupang baru bergerak di angka 50-an persen.

Salah satu sebabnya diduga warga mengabaikan vaksinasi dosis kedua. Padahal syaratnya sangat mudah. Menurut data, terhitung hingga Selasa (26/10/2021) lalu capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Kupang sudah mencapai 81,84 persen. Sedangkan dosis kedua baru mencapai 55,42 persen.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Artinya masih banyak masyarakat yang belum menerima vaksin kedua. Karena itu  Pemerintah Kota kupang, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Kupang, terus mendorong agar masyarakat dapat memperoleh dosis ke-2 di pusat kesehatan terdekat.

Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, di ruang kerjanya, Senin (1/11/2021), menjelaskan masyarakat memang sangat antusias menerima vaksin dosis pertama, karena dengan alasan pelayanan administrasi dan syarat bepergian dari/ke Kota Kupang.

Namun sampai saat ini, kata Retnowati, masih banyak masyarakat yang enggan menerima vaksin kedua.

“Kalau lihat antusiasme vaksin pertama masyarakat sangat antusias. Di dalam aplikasi Pedulilindungi ini semua persyaratan hanya vaksin pertama, sehingga sekarang masyarakat kayak tidak peduli untuk vaksin kedua. Cukup dosis satu saja. Nah ini yang kita sayangkan. Dan juga kita takut stok vaksin kita expired date,” jelas Retnowati.

Retnowati berharap ke depan perlu ada koordinasi yang baik sehingga warga juga menerima vaksin dosis kedua.

“Ini yang masih kita mau minta saran, masukan untuk pemerintah pusat. Mungkin ada berapa alasan, namun satu alasan itu,  dan yang kedua itu kan kita vaksin pada saat kita kerja dari rumah (WFH) dan sekarang kita harus kerja di kantor (WFO). Jadi kami minta peran aktif dari BUMN, kantor-kantor, paling tidak mereka sudah dua kali vaksin. Nanti kita akan bikin surat agar Pak Walikota atau Pak Sekda tanda tangan untuk menghimbau semua harus mendapatkan vaksin kedua,” tegasnya.

Retno mengakui agak sulit menyisir masyarakat yang belum menerima vaksin dosis kedua. Karena itu sangat diharapkan kesadaran masyarakat sendiri untuk menerima vaksin guna melindungi diri.

“Kita agak sulit untuk menyisirnya. Karena yang tahu mereka sudah vaksin pertama atau kedua itu mereka sendiri. Jadi kalau dia tidak aktif maka kita akan sulit, jadi harus muncul kesadarannya. Kita akan melakukan operasi perkantoran dulu, baru kita ke masyarakat,” imbuhnya. (np)

Pos terkait